The Literary Biennale
Pada 2001, Komunitas Utan Kayu menjadi tuan rumah sebuah even sastra Internasional yang belum pernah ada sebelumnya dengan penulis dan penyair dari Indonesia dan sembilan dari manca negara mengadakan pementasan di Jakarta dan Yogyakarta. Program pada 2001 merupakan kolaborasi antara Komunitas Utan Kayu dan lembaga Winternachten dari Den Haag, Belanda. Pada tiap lokasi, penulis-penulis Indonesia dan mereka yang dari negara lain menampilkan pembacaan dinamis karya mereka dan melakukan diskusi dengan penonton/audiens. Karya dari penulis asing diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk penonton dan ditampilkan dalam layar proyektor pada saat mereka membacakan karya. Demikian pula untuk peserta asing, karya penulis Indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Satu buku kumpulan karya yang dibacakan selama festival diberikan kepada tiap hadirin dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
Mengikuti kesuksesan even tersebut Komunitas Utan Kayu mengadakan even sastra yang kedua pada 2003 dengan partisipasi dari Winternachten program dan Vienna Poetry School, Austria. Pada tahun itu festival sastra berlangsung di tiga kota, Denpasar, Solo, dan Jakarta. Pada 2003 Festival ini menampilkan sebagian dari karya sastra dan puisi terbaik dari Indonesia; meliputi penulis dan penyair utama seperti Sapardi Djoko Damono dan Putu Wijaya juga para pendatang baru yang penting. Peserta dari luar Indonesia datang dari Afrika Selatan, Belanda, Suriname, Kepulauan Antilles, Jerman, Austria, dan Malaysia. Sekali lagi, semua karya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris atau Indonesia dan ditampilkan ke layar proyektor di belakang peserta yang melakukan pementasan dan diterbitkan dalam sebuah buku kecil untuk penonton.
Pada 2005, program diadakan di 3 kota di Indonesia dan mengundang berbagai ragam penyair dan penulis dari Indonesia serta dari lingkup internasional. Festival akan berlangsung di Bandung (Jawa Barat) dan Lampung, (Sumatra Barat) sebelum diakhiri di Jakarta. Di Lampung, Komunitas Utan Kayu akan bekerja sama dengan Komunitas Rumah Panggung, di Bandung dengan Selasar Sunaryo Art Space. Sebagaimana festival sebelumnya, Winternachten Oversee akan berperan serta. Komunitas Utan Kayu juga bekerja sama dengan sejumlah kedutaan besar dan pusat-pusat kebudayaan untuk mendatangkan penulis-penulis dan penyair Internasional ke Indonesia. Penerjemahan semua karya akan dilakukan, juga tampilan hasil terjemahan melalui layar proyektor sepanjang pementasan serta akan diterbitkan dalam buku kecil untuk para penonton.