2007
Utan Kayu International Literary Biennale merupakan petualangan kreatif sastrawan dunia ke beberapa kota Indonesia, dalam serangkaian pertunjukan yang dinamis dilengkapi interaksi dengan hadirin. Pada setiap kota yang dikunjungi Biennale, penulis internasional akan menyajikan karya mereka sekaligus berkesempatan menikmati suguhan dari para penulis Indonesia yang unik, menampilkan keragaman talenta dan warna lokal yang menegaskan kekayaan budaya Indonesia.
Bertumbuh dari festival puisi, Biennale ini mengutamakan pembacaan karya dalam bahasa ibu si penulis. Apresiasi penonton tentang karya yang ditampilkan dipermudah oleh proyeksi terjemahan pada layar di samping panggung.
Takjub terhadap kedahsyatan alam yang telah menggetarkan kedua lokasi Biennale tahun ini, dan pada kekuatan lebih besar dari hati dan pikiran manusia yang dengan gigih membangun kembali komunitas yang hilang di hadapan tantangan tersebut, tema Utan Kayu International Literary Biennale keempat ini adalah Force Majeure. Tema ini juga isyarat hormat pada upaya pembangunan kembali Daerah Istimewa Aceh, yang karena berbagai alasan belum bisa menjadi tuan rumah Biennale kali ini sebagaimana direncanakan.