2001
Program
Teater Utan Kayu (TUK), Jakarta 26-28 April 2001
Lembaga Indonesia Perancis, Yogyakarta 2001 30 April & 1 Mei 2001
Program Jakarta
Tanggal: 26 April 2001 19.00-23.00
Tempat: Teater Utan Kayu
Pembacaan: Surianto (Suriname), Nenden Lilis Aisyah (Indonesia), Eddin Khoo (Malaysia), Taufik Ikram Jamil (Indonesia), Mustafa Stitou (Belanda)
Pentas Musik: Luluk Purwanto (Biola), Rene Helsdingen (Piano)
Tanggal: 27 April 2001 19.00-23.00
Tempat: Teater Utan Kayu
Pembacaan: Zeffry Al Katiri (Indonesia), Teobaldo Fortunato (Italia), CP Surendran (India), Arief B. Prasetyo (Indonesia), Gibi Bacilio (Curacao)
Pentas Musik: Iwan Hasan & Grup (Gitar)
Tanggal: 28 April 2001 19.00-23.00
Tempat: Teater Utan Kayu
Pembacaan: Acep Zamzam Noor (Indonesia), Loit Sols (Afrika Selatan), Joko Pinurbo (Indonesia), Ide Hintze (Austria), Ben Takara (Jepang)
Pentas Musik: Maya Hasan (Harpa), Binu D. Sukaman (Piano)
Tanggal: 27 April 2001 19.00-23.00
Tempat: Aksara Book Store, Jl. Kemang Raya 8 B.
Diskusi: Minoritas dan Politik Identitas Masyarakat Plural
Pembicara: Edin Khoo Mustafa Stitou
Tanggal: 26 April – 3 Mei 2001 13.00-21.00
Tempat: Pelataran Teater Utan Kayu
Kegiatan: Pameran dan Bazar Buku Sastra
Program Yogyakarta
Tanggal: 30 April & 1 Mei 2001, 19.00-23.00
Tempat: Auditorium Lembaga Indonesia Prancis (LIP), Jl. Sagan No. 3
Pembacaan: Dorothea Rosa Herliany (Indonesia), Gibi Bacilio (Curacao), Loit Sols (Afrika Selatan), Mustafa Stitou (Belanda), Sindu Putra (Indonesia), Surianto (Suriname), Ulfatin Ch. (Indonesia), D. Zawawi Imron (Indonesia)
Acep Zamzam Noor |
Arif B. Prasetyo |
CP Surendran |
D. Zawawi Imron |
Dorothea Rosa Herliany |
Eddin Khoo |
Gibi (Gilbert) Bacilio |
Ide Hintze |
Joko Pinurbo |
Loit Sols |
Mustafa Stitou |
Nenden Lilis Aisyah |
Sindu Putra |
Surianto |
Taufik Ikram Jamil |
Teobaldo Fortunato |
Ulfatin Ch. |
Zeffry Alkatiri |
Acep Zamzam Noor
Lahir di Tasikmalaya, 28 Februari 1960. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di lingkungan Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya. Menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Seni Lukis Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (1980-1987). Mendapat beasiswa dari pemerintah Italia untuk belajar di Universita’ Italiana per Stanieri, Perugia, Italia (1991-1993). Puisi-puisinya sudah terbit antara lain dalam Di Luar Kata (1996), Di Atas Umbria (1999), Dongeng dari Negeri Sembako (2001), Jalan Menuju Rumahmu (2004), dan sebuah kumpulan puisi Sunda Dayeuh Matapoe (1993) yang menjadi nominator Hadiah Rancage 1994. Tahun 2000 dan 2005 Acep mendapat Penghargaan Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Pada 2005 ia juga mendapat The SEA Write Awards 2005 dari Kerajaan Thailand. Tahun 2006 mendapat Anugerah Kebudayaan dari Gubernur Jawa Barat. Selain menulis puisi, ia juga aktif melukis dan berpameran baik di dalam maupun di luar negeri.
Arif B. Prasetyo
Lahir di Madiun 30 September 1971. Menulis puisi, esai, terjemahan dan ulasan seni rupa. Puisinya masuk dalam sejumlah buku dan jurnal di Indonesia dan Malaysia. Banyak mengindonesiakan puisi asing, di antaranya karya Octavio Paz, Derek Walcott, Johanes Bobrowski, Michael Ondaatje. Terjemahannya atas novel Wife karya Bharati Mukherjee dimuat bersambung di Republika. Kumpulan puisi tunggalnya, Mahasukka (2000).
CP Surendran
Penyair, kritikus, wakil pemimpin redaksi Bombay Times. Ia telah menghasilkan dua kumpulan puisi, Gemini II (1994) dan Posthumous Poems (1999). Puisi-puisinya pernah dimuat sejumlah jurnal dan antologi di India dan luar negeri.
D. Zawawi Imron
Mulai dikenal sebagai penyair sejak Temu Penyair 10 Kota di Taman Ismail Marzuki, 1982. Tahun itu juga terbit kumpulan puisinya yang pertama, Bulan Tertusuk Lalang, yang menjadi inspirasi dasar bagi pembuatan film Bulan Tertusuk Ilalang karya Garin Nugroho. Tahun 1987 kumpulan puisinya, Nenek Moyangku Airmata mendapat hadiah dari Yayasan Buku Utama. Tahun 1990, buku tersebut bersama Celurit Emas terpilih sebagai buku terbaik versi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Tahun 1994 terbit kumpulan puisinya, Berlayar di Pamor Badik. Zawawi tinggal di Batang-Batang, kampung halamannya di Madura.
Dorothea Rosa Herliany
Lahir di Magelang, Jawa Tengah, 20 Oktober 1963. Selain mencipta puisi, ia juga menulis cerpen, esai, catatan pementasan dan kritik seni. Beberapa bukunya: Nyanyian Gaduh (1987), Matahari yang Mengalir (1990), Kepompong Sunyi (1993), Nikah Ilalang (1995), Blencong (1995), Karikatur dan Sepotong Cinta (1996), Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999), Perempuan yang Menunggu (2000), Kill The Radio: Sebuah Radio Kumatikan (2000) dan Santa Rosa (2005). Mengikuti berbagai festival dan pertemuan sastrawan internasional seperti Pertemuan sastrawan ASEAN di Filipina (1990), Festival Puisi Indonesia-Belanda di Den Haag, dan pernah menjadi penulis tamu di Australia. Setelah lulus dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta, beberapa tahun ia bekerja sebagai wartawan dan penulis lepas. Pada 1998 mendirikan penerbit Indonesiatera di Magelang.
Eddin Khoo
Warga Malaysia keturunan China-India. Ia menyelesaikan studi pascasarjana Seni Asia Tenggara di Sekolah Kajian Afrika dan Ketimuran (SOAS), London, Inggris. Seorang penyair dan dalang wayang Melayu. Kini bekerja sebagai penulis lepas.
Gibi (Gilbert) Bacilio
(Curacao, 1950) adalah penyair dan deklamator. Ia belajar filsafat dan teologi di Colombia dan Belanda. Bacilio aktif dalam kegiatan teater jalanan, terutama di Grupo Teatro Foro di mana dia menjadi pimpinan artistik pada 1970an hingga 1980an. Bacilio memproduksi dan mempresentasikan program-program budaya untuk televisi dan mempelajari kembali deklamasi sastra lisan serta puisi tulis yang berirama (semacam pantun). Bacilio menulis tentang masa lampau kolonial, orang-orang Indian, perbudakan serta sikap yang dominan di Belanda. Namun banyak juga warna erotik dan intim dalam karyanya. Sajak-sajaknya telah diterbitkan dalam beberapa buku dan majalah. Tahun 2000 terbit kumpulan sajaknya, Kueru Marka.
Ide Hintze
Lahir di Wina pada 1956. Di sana ia mempelajari teater dan ilmu komunikasi yang menjuruskannya ke dalam eksplorasi puisi bunyi, puisi kor, puisi visual dan puisi pertunjukan. Pada 1991 ia mendirikan dan sekarang menjabat sebagai direktur sekolah puisi Wina. Ia pernah mengajar di Hanoi, Medellin, Boulder, Roma, Frankfurt, dan Wina. Ia pernah belajar berkolaborasi dengan Allen Ginsberg, Nick Cave dan Henri Chopin serta mengadakan tur pembacaan dan pertunjukan di Eropa, Amerika Latin dan Vietnam. Ia menulis dan menyunting sejumlah buku, cd, video dan situs internet. Di antara karya-karyanya adalah puisi panjang “the golden flood” (1987), yang telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, cd “30 Rufe” (1993), video “30 Nanzen” dan proyek-www “ippoi” dan “icons’ (http://www.sfd.at)
Joko Pinurbo
Lahir di pedalaman Sukabumi, Jawa Barat, 11 Mei 1962. Tahun 1987 meninggalkan bangku IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta, kemudian mengajar di almamaternya sembari membantu majalah kebudayaan Basis. Sejak 1999 menjadi editor Biro Naskah Gramedia. Buku puisinya yang pertama adalah Celana (1999), naskah kumpulan puisi Di bawah Kibaran Sarung (2002) memenangkan Sayembara Kumpulan Puisi Terbaik 1998-2000 Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki. Sebelumnya, pada 1997, sebuah esainya terpilih sebagai salah satu pemenang Sayembara Penulisan Esai Majalah Horison.
Loit Sols
Lahir di Retreat, Afrika Selatan pada 1957 dan dibesarkan di provinsi Tanjung. Untuk beberapa lama dia bekerja sebagai desainer grafis, namun kini dikenal luas di Kaapstad sebagai penyanyi dan penyair jalanan. Dalam melantunkan sajak-sajaknya yang ditulis dalam bahasa Goema (sebuah bahasa daerah dari jalanan Kaapstad), dia memetik gitar sebagai musik pengiring. Pada 1998 terbit kumpulan sajaknya My Straat en anne praat-poems (Jalananku dan sajak-sajak percakapan lain). Sols sering tampil di berbagai perhelatan sastra, misalnya Stellenbos Woordfees, Maret 2001.
Mustafa Stitou
Lahir di Tetouan, Maroko, 1974, dan dibesarkan di Lelystad. Tinggal dan bekerja di Amsterdam, di sana pula dia belajar filsafat. Ia menulis kritik puisi di majalah mingguan Vrij Nederland. Pada 1994 terbit kumpulan sajaknya yang pertama, Mijn Vormen (Bentukku). Pada 1998 terbit Mijn Gedichten (Sajak-Sajakku). Dua kumpulan sajak itu diterima dengan pujian. Stitou menulis puisi lucu dan semau-maunya sendiri, dan ketika di panggung dibawakan penuh semangat. Dia berhasil mencapai nama baik sebagai performer di beberapa festival sastra, seperti Poetry International di Rotterdam, 1994.
Nenden Lilis Aisyah
Lahir di Malangbong, Garut, Jawa Barat, 26 Desember 1971. Lulus dari jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS IKIP Bandung kemudian melanjutkan studinya di Program Pasca Sarjana IKIP Bandung. Buku antologi puisinya tunggalnya, Negeri Sihir (1999).
Sindu Putra
Penyair yang dokter hewan ini lahir di Sanur, Bali, 31 Juli 1968. Mulai belajar menulis puisi sejak usia 14 tahun. Sajak-sajaknya dimuat di berbagai media dan sejumlah antologi.
Surianto
Lahir di Desa Lasmborek, Suriname, 1937. Pernah bekerja sebagai pegawai di Kementrian Dalam Negeri dan Rumah Sakit Akademis di Suriname. Musik memegang peran penting dalam hidupnya; ia menguasai beberapa instrument, mengajar musik, dan bertahun-tahun memimpin orkes dansa. Ayahnya lahir di Pekalongan, Jawa tengah, dan termasuk dalam rombongan sebelum gelombang terakhir imigran Jawa ke Suriname; sedangkan orang tua ibunya sudah lebih dulu datang ke Suriname. Surianto mempublikasikan beberapa karangan di majalah yang terbit di Indonesia, Mekar Sari. Sajak-sajaknya tidak hanya memakai bahasa Suriname-Jawa, tetapi “campuran bahasa Suriname-Jawa dan bahasa Jawa yang dipakai di Jawa Tengah dan Jawa Timur”. Pada 1986 terbit kumpulan sajaknya Aruming Melathi/De Geur van Melathi, sebuah kumpulan sajak dwi bahasa pertama di Suriname. Pada 1990; terbit kumpulan berikutnya, Testing bun adi/ Ededele dauwdruppels.
Taufik Ikram Jamil
Lahir di Telukbetung, Riau, 19 September 1963. Tahun 1987 lulus dari Universitas Riau dan setahun kemudian menjadi wartawan Kompas. Kumpulan sajaknya yang pertama, Tersebab Haku Melayu (1995).
Teobaldo Fortunato
Lahir pada 1958, penyair ini adalah seorang arkeolog, pengajar Sejarah Seni Rupa. Ia memperdalam ilmu arkeologi di Italia dan Jerman. Saat ini ia sedang melakukan kerja sama dengan sebuah badan daerah untuk pelestarian di Salerno, menjadi koordinator seminar sastra di Italia dan di luar negeri, menulis untuk berbagai majalah puisi dan arkeologi, redaktur majalah estetika dan penulisan Lo Stallo delle Cose. Ia telah menerbitkan beberapa kumpulan puisi.
Ulfatin Ch.
Lahir 1967 di Pati, Jawa Tengah. Merampungkan pendidikan sarjana di IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Semasa kuliah pernah bergabung dalam Studi Apresiasi Sastra (SAS) dan Teater Eska, Yogyakarta. Kumpulan puisi tunggalnya antara lain: Konser Sunyi (1995) dan Selembar Daun Jati (1996).
Zeffry Alkatiri
Belajar sastra Rusia dan kajian wilayah Amerika di Universitas Indonesia, Jakarta. Ia mengajar di Fakultas Sastra UI Jurusan Rusia dan menulis kajian kebudayaan. Bukunya antara lain: Manusia, Mitos dan Mitologi (1998), kumpulan puisi Pintu, Etalase, Batavia Centrum (1998), Konflik Nilai dalam Sejarah Perkembangan Sastra Rusia. Naskah kumpulan puisinya yang memenangi hadiah puisi terbaik Dewan Kesenian Jakarta, 2000 diterbitkan dengan judul Dari Batavia Sampai Jakarta 1619-1999.